Kaderasisasi Miftahul Jannah

 

Defnisi Kaderisasi :

Kaderisasi adalah proses dalam organisasi atau komunitas yang bertujuan untuk mempersiapkan dan mengembangkan kader atau anggota agar mampu mengemban peran dan tanggung jawab tertentu. Kaderisasi diperlukan karena semua manusia termasuk yang sekarang menjadi pemimpin, pastilah harus mengakhiri kepemimpinannya, baik dikehendaki maupun tidak dikehendakinya

Pembekalan Kaderisasi :

  • nilai-nilai,
  • tujuan, dan tugas organisasi,
  • pengembangan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan

Cara agar kaderisasi kepemimpinan itu berjalan seperti yang kita harapkan adalah sebagai berikut:

  1. Beri Kepercayaan Beri kepercayaan kepada staf atau bawahan, biarkan mereka melakukan apa yang mereka anggap benar, namun arahan strategis/konsep yang matang telah dberikan. Setelah itu lakukan evaluasi terkait kerja yang telah dia kerjakan tetapi, sifatnya bukan menggurui, namun pembahasan bersama menuju arah yang terbaik bagi perusahaan.
  2. Beri Semangat dan Motivasi Motivasi merupakan hal yang sangat penting dalam organisasi. Apabila terdapat beberapa hal yang tidak sejalan dengan pakem-pakem yang telah ditetapkan, berilah feedback (umpan balik/evaluasi) kepada staff tersebut. Jangan pernah marah-marah, apalagi memaki staff tersebut, karena hal itu akan membuat dia trauma dan bernyali kecil, dampak negatifnya adalah dia jadi takut untuk mengambil keputusan, karena khawatir dengan resiko yang akan dihadapi.
  3. Menjalin Kedekatan. Jalinlah kedekatan dengan staf, secara terbuka dan rileks membahas situasi perusahaan dari beberapa aspek (organisasi, pemasaran, operasional, keuangan, dll), sesekali mintai pendapatnya. Penjabaran konsep-konsep pemikiran dapat membangun sebuah Organisasi.

Penyajian Materi

Keberhasilan penyajian materi Kaderisasi sangat ditentukan oleh kreatifitas dan kemampuan para narasumber dan para pengkader dalam menerapkan Metodologi Kaderisasi, sehingga mampu membantu kader dalam mencerna materi tersebut. Metodologi kaderisasi senantiasa berkembang sesuai dengan situasi dan kondisi serta kebutuhan kader, yang berorientasi pada pencapaian efektifitas dan efisiensi penguasaan materi yang mengarah pada perubahan sikap dan perilaku kader sebagaimana tujuan yang diharapkan. Berbagai Metode yang digunakan dalam membahas materi Kaderisasi antara lain adalah:
  1.  Ceramah Metode ini dimaksudkan sebagai penyajian informasi satu arah dari penceramah kepada kader. Agar proses penyajian informasi dapat berlangsung lebih menarik dan efektif, maka perlu dilengkapi dengan alat peraga secara kreatif. Dalam menerapkan metode ini diupayakan untuk selalu membuka kesempatan dialog/tanya jawab dengan kader.
  2. Diskusi Kader melakukan pertukaran pengetahuan, pemikiran, gagasan, dan pendapat secara bebas dengan sesame kader tentang topik bahasan tertentu guna mencapai kesepakatan bersama. Metode ini dipergunakan untuk menumbuhkan keterampilan mendengarkan, bertanya, berpendapat, serta berargumentasi bagi kader dalam proses kaderisasi.
  3. Curah Pendapat (Brainstorming) Kader diminta untuk mengeluarkan tanggapan, pendapat, ide, dan saran secara bebas dan spontan tentang suatu persoalan, tanpa disertai penilaian benar-salah atau baik-buruk terhadap pemikiran yang dikemukakannya itu.
  4. Metaplan Dalam diskusi biasa, kadang-kadang ada dominasi kader yang satu dengan yang lain sekedar sebagai pendengar, padahal mungkin ad aide yang perlu dan penting yang perlu disampaikan. Metaplan dilakukan untuk menggali sebanyak mungkin ide kader secara tertulis, yang dengan menggunakan papan panel atau lembaran kertas untuk merumuskan secara tertulis kontribusi pemikiran kader, kemudian diklarifikasikan menurut aspek-aspek yang dikehendaki dalam rangka mempercepat perumusan kesimpulan.
  5. Studi Kasus Kader melakukan pengkajian dan analisis tentang suatu masalah yang saling terkait antara unsurunsur penyebab dan akibatnya. Masalah tersebut merupakan kondisi nyata di masyarakat atau yang dibuat seperti kisah nyata, yang dapat disajikan dalam bentuk lisan, tulisan, gambar atau film.
  6. Penugasan Kader diminta mengerjakan suatu tugas tertentu dengan cara-cara tertentu yang memberikan peluang baginya untuk mengembangkan kreatifitas, ide dan gagasan inovatif. Metode ini dapat berbentuk penugasan membuat ikhtisar (resume) sebuah buku atau makalah, membuat laporan hasil pengamatan, membuat makalah, dan lain sebagainya.
  7. Bermain Peran (Role Playing) Kader melakukan suatu kegiatan (memainkan peran) tentang seseorang atau kelompok orang seperti yang sesungguhnya telah atau akan terjadi/dialami dalam kehidupan nyata, untuk kemudian dianalisis segi-segi positif dan negatif yang dapat dipetik darinya. Peran yang dimainkan lebih ditekankan pada peran tugas yang dijalankan seseorang atau kelompok, bukan peran personifikasi.
  8.  Simulasi Metode ini digunakan untuk menciptakan suasana tertentu dari kenyataan hidup yang sesungguhnya dalam bentuk permainan yang dilakukan oleh kader melalui instrument-instrumen yang telah disiapkan. Permainan ini hendaknya mampu menumbuhkan kesadaran diri, rasa simpati, kepekaan dan perubahan sikap, serta mampu meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam hal komunikasi, kerjasama, kreativitas, dan tanggung jawab.
  9.  Kunjungan Lapangan Kader mengunjungi suatu obyek kegiatan tertentu di lapangan untuk diamati dipelajari, dan dikaji guna memperkaya wawasan dan mengembangkan sikap.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama